Buddhist temples dalam Mikarasuchō

Tōdai-ji

9.0/10

adalah kuil Buddha yang terletak di kota Nara, Jepun. Letaknya di timur laut Taman Nara, dan merupakan kuil utama sekte Kegon. Kuil ini didirikan abad ke-8 (zaman Nara) oleh Kaisar Shōmu. Gohonzon berupa Buddha Wairocana yang dikenal sebagai Nara Daibutsu (Buddha Besar dari Nara). Perintis kuil adalah biksu bernama Rōben.

Nama lain Tōdai-ji adalah Шаблон:Nihongo. Kuil ini disebut Tōdai-ji (translasi literal: "kuil besar timur") kerana terletak di timur ibu kota Heijō-kyō. Tōdai-ji bersama dengan 7 lokasi lain yang disebut Bangunan bersejarah di kota lama Nara merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pada zaman Nara, kuil ini dibina sebagai kuil berskala besar. Selain bangunan utama (Kon-dō atau Daibutsuden) yang berisi Daibutsu, di sebelah timur dan barat didirikan pagoda 7 tingkat yang diperkirakan tingginya 100 meter. Namun sejak zaman Heian, sebagian besar bangunan sudah habis terbakar sebanyak dua kali akibat perang. Bangunan yang tersisa dari zaman Nara hanya sebagian dari bagian alas Daibutsu. Bangunan utama (Daibutsuden) yang ada sekarang dibina pada awal abad ke-18 (zaman Edo). Bangunan utama yang ada sekarang lebarnya hanya 66% dibandingkan bangunan aslinya di zaman Nara. Di masa pemerintahan Kaisar Shōmu, Tōdai-ji menjadi kuil pusat bagi lebih dari 60 kuil provinsi (kokubunji) di seluruh Jepun.

Sejarah

pembinaan kuil

Tōdai-ji sudah dibina sejak awal abad ke-8 di kaki Gunung Wakakusa. Menurut Tōdai-ji yōroku (buku catatan milik Tōdai-ji), cikal bakal Tōdai-ji adalah kuil bernama Шаблон:Nihongo atau Шаблон:Nihongo yang didirikan tahun 733 di kaki Gunung Wakakusa. Sementara itu, menurut Shoku Nihongi, Kaisar Shōmu dan Permaisuri Kōmyō mendirikan sebuah kuil di kaki Gunung Wakakusa untuk mengenang putranya yang meninggal sewaktu masih kecil. Kuil tersebut menjadi tempat kediaman bagi 9 orang biksu, dan merupakan cikal bakal dari Kinshō-ji. Pada pertengahan abad ke-8, Kinshō-ji terdiri dari bangunan yang disebut Kensaku-dō dan Senju-dō. Berdasarkan perintah kaisar tahun 742, Kinshō-ji dijadikan kuil provinsi bagi Provinsi Yamato, dan namanya diganti menjadi Konkōmyō-ji.

Daibutsu mulai dibina tahun 747, dan sejak itu pula diperkirakan kuil ini mulai dinamakan Tōdai-ji. Berita mengenai "kantor pembangunan Tōdai-ji" dicatat pertama kali dalam catatan sejarah tahun 748.

Perintah pembangunan Daibutsu sudah dikeluarkan Kaisar Shōmu pada tahun 743. Pada waktu itu, ibu kota berada Kuninomiya, sedangkan kaisar tinggal di timur laut Kuninomiya, tepatnya di Shigarakinomiya (sekarang kota Kōka, Prefektur Shiga) sehingga pembangunan Daibutsu dimulai di Shigarakinomiya. Dua tahun kemudian, ibu kota kembali dipindahkan ke Heijō-kyō. Pembangunan Daibutsu juga ikut dipindah ke tempatnya yang sekarang di Tōdai-ji. Pihak istana memerlukan dukungan kuat dari rakyat untuk proyek berskala besar seperti pembangunan Daibutsu. Dukungan rakyat diperoleh setelah Gyoki yang pernah dipecat dari istana diangkat pihak istana sebagai biksu kepala.

Setelah pembangunan Daibutsu selesai, upacara peresmian dilangsungkan tahun 752 dengan pemimpin upacara seorang biksu kelahiran India bernama Bodhisena. Proyek berikutnya adalah pembangunan Daibutsuden (Aula Daibutsu) yang dimulai tahun 758. Empat tokoh berpengaruh dalam proyek pembangunan Tōdai-ji disebut Шаблон:Nihongo yang terdiri dari Rōben, Kaisar Shōmu, Gyōki, dan Bodhisena.

Proyek berskala besar seperti pembangunan Daibutsu dan Aula Daibutsu ternyata menguras uang negara. Sementara kalangan bangsawan dan kuil dalam keadaan serba berkecukupan, kehidupan kalangan petani menjadi semakin sulit. Gelandangan bermunculan di Heijō-kyo, sedangkan orang mati kelaparan tidak terhitung jumlahnya. Di tengah berlangsungnya proyek, Kaisar Shōmu meninggal dunia pada tahun 756. Pada bulan 7 tahun yang sama, Tachibana no Naramaro memimpin pemberontakan. Ayah Naramaro (Tachibana no Moroe) sebenarnya adalah pembantu dekat Kaisar Shōmu yang memulai proyek Tōdai-ji. Setelah tertangkap, Naramaro diinterogasi oleh Fujiwara no Nagate. Menurutnya, pembangunan Tōdai-ji dan sebagainya hanya membuat susah rakyat, dan pemerintah telah salah jalan.

Bangunan dan peninggalan budaya

Nandaimon (Gerbang Besar Selatan)

Pada tahun 962, Nandaimon pernah dirobohkan angin topan, tapi dibina kembali pada tahun 1199 (zaman Kamakura). Pembangunan kembali dipimpin biksu Shunjōbō Chōgen dengan memperkenalkan gaya arsitektur Daibutsuyō (dulu disebut Tenjikuyō atau "gaya India"). Chōgen belajar arsitektur Daibutsuyō dari Dinasti Song di Tiongkok. Ciri khas Daibutsuyō adalah sambungan kayu berupa balok pengikat (balok sloof) yang menembus tiang kolom, atau dalam bahasa Jepun disebut Шаблон:Nihongo[1]. Langit-langit juga dibiarkan terbuka untuk memperlihatkan kuda-kuda. Masih seatap dengan bangunan gerbang, di sisi kiri dan kanan bagian depan terdapat sepasang Kongorikishi (Nio), sedangkan di sisi kiri dan kanan bagian dalam terdapat sepasang singa batu.

Mokuzo Kongōrikishi Ritsuzō

Sepasang patung kayu seluruh badan Kongōrikishi (Mokuzo Kongōrikishi Ritsuzō) menyambut orang yang memasuki Nandaimon. Masing-masing patung tingginya 8,4 m dan keduanya merupakan pusaka nasional Jepun. Patung Ungyō berada di sisi sebelah kanan, dan bisa dikenali dari mulutnya yang tertutup. Patung Agyō berada di sisi sebelah kiri, dan bisa dikenali dari mulutnya yang terbuka.

Berbagai macam benda dan dokumen ditemukan dari dalam patung ketika keduanya dibongkar dalam proyek pemugaran dari tahun 1988 hingga 1993. Berdasarkan dokumen yang ditemukan dari dalam patung, Agyo adalah karya busshi (pemahat patung Buddha) bernama Unkei dan Kaikei, serta 13 pemahat bawahannya. Sementara itu, Ungyō adalah karya pemahat patung Buddha bernama Teikaku dan Tankei, serta 12 pemahat bawahannya. Penemuan tersebut memperbaiki teori sebelumnya bahwa "patung Agyō adalah karya Kaikei, sedangkan patung Ungyō adalah karya Unkei". Selain itu, Unkei bukanlah pemahat kepala yang memimpin pembangunan Agyō dan Ungyō seperti dulu banyak diketahui orang.

Chūmon (Gerbang Tengah)

Chūmon merupakan pintu masuk menuju kompleks Aula Daibutsu. Bangunan gerbang berbentuk rōmon (gerbang tinggi yang terlihat seperti bangunan bertingkat dua)[2], dan dibina sekitar tahun 1716 dengan gaya arsitektur irimoya-zukuri.[3] Di sisi kiri dan kanan gerbang utama dibina tembok pagar. Bila dilihat dari atas, bangunan gerbang dan tembok membentuk huruf "u" yang memagari Aula Daibutsu.

Kon-dō (Daibutsuden)

Шаблон:Utama

Nyōirin Kannon dan Kokūzō Bosatsu

Rupang Avalokitesvara Cintamanicakra (Nyōirin Kannon) dan Akasagarbha Bodhisattva (Kokūzō Bosatsu) yang sedang duduk bersila berada di sisi kiri dan kanan Daibutsu. Berbeda dengan Daibutsu yang dibuat dari perunggu, kedua rupang ini dibuat dari kayu. Pemahatnya berasal dari zaman Edo, Yamamoto Junkei dan kelompoknya dari Kyoto, serta Tsubai Kenkei dan kelompoknya dari Osaka. Penyelesaian kedua rupang ini membutuhkan waktu sekitar 30 tahun, dan merupakan salah satu contoh adikarya seni pahat dari zaman Edo. Rupang Nyōirin Kannon selesai tahun 1738, sedangkan rupang Kokūzō Bosatsu selesai tahun 1752.

Pautan luar

Шаблон:Commonscat

Menghantar komen
Petua
Artyom Fedosov
26 May 2016
Was built in 752 as the main temple of the Japanese Buddhism. The main hall became about 30% smaller after reconstruction in the 17th century, but still be the biggest wooden building in the world.
Nick Tan
26 October 2014
Marvel at the sight of the largest wooden building in the world, but be prepared for the deluge of people. Never show paper to the deer as they will eat it. Watch out for deer poop along the way!
Aldona
14 August 2016
The size of the Daibutsu blew my mind. BLEW. MY. MIND. Lots of other interesting statues inside. You probably know this but if you are to choose one spot in Nara to visit, this is it.
龍
17 August 2016
建造物の多くが南大門、大仏殿、八角燈籠、本坊経庫、鐘楼、開山堂、中門、念仏堂、三昧堂をはじめ国宝・重文で、奈良時代の遺構として転害門、金剛力士像、如意輪観音坐像、虚空蔵菩薩坐像をはじめ、各時代の美術品・文化財を多数残している。宝永6年 (1709年) 再建の大仏殿は、日本最大の木造建造物。平成10年 (1998年)【古都奈良の文化財】の一つとしてユネスコ世界遺産 (文化遺産) に登録されている。
Massara Nati …
1 October 2013
【世界文化遺産】「奈良の大仏」として知られる盧舎那仏を本尊としている。奈良時代には中心堂宇の大仏殿(金堂)のほか、東西2つの七重塔を含む大伽藍が整備されたが、中世以降、2度の兵火で多くの建物を焼失した。現存する大仏は、台座などの一部に当初の部分を残すのみであり、現存する大仏殿は江戸時代の18世紀初頭の再建で、創建当時の堂に比べ、間口が3分の2に縮小されている。(Wikipediaより抜粋)
龍
17 August 2016
華厳宗大本山の寺院で、南都七大寺の一、正称は金光明四天王護国之寺。言わずと知れた奈良を代表する観光地の一つ。8世紀初め、聖武天皇の発願により創建、行基が勧進し、開基は良弁。当時の日本に60余り国に建立させた国分寺の中心をなす「総国分寺」としても位置付けられた。本尊は盧遮那仏像 (国宝、通称は奈良の大仏) として親しまれている。
Muatkan lagi comments
foursquare.com
Lokasi
Peta
Alamat

0.2km from 400 Zoshicho, Nara, Nara, Wilayah Nara, Jepun

Dapatkan arah
Jam terbuka
Fri 10:00 AM–5:00 PM
Sat-Sun 9:00 AM–6:00 PM
Mon-Wed 10:00 AM–5:00 PM
Rujukan

Todai-ji Temple pada Foursquare

Tōdai-ji pada Facebook

Hotel berhampiran

Lihat semua hotel Lihat semua
Hotel Fine Garden Horai Free Parking - Adult Only

bermula $32

Nara Park Hotel

bermula $253

Ikoma no Oyado Shiroyama

bermula $52

Hotel ROCCO Nara - Adult Only

bermula $108

Guest House Kanon

bermula $0

Shiroyama Ryokan

bermula $51

Tempat lawatan berdekatan

Lihat semua Lihat semua
Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Isuien Garden

is a Japanese garden located in Nara, the old capital of Japan near

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Nara National Museum

The Nara National Museum (奈良国立博物館, Nara Kokuritsu Hakubutsukan)

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Nara Park

Nara Park (奈良公園, Nara Kōen) is a public park located in the city of

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Manyo Botanical Garden, Nara

The Шаблон:Nihongo, also known as the Kasuga Taisha Garden, is a botan

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Kōfuku-ji

is a Buddhist temple that was once one of the powerful Seven Great

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Kasuga-taisha

is a Shinto shrine in the city of Nara, in Nara Prefecture, Japan.

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Shin-Yakushi-ji

Shin-Yakushi-ji (新薬師寺) is a Buddhist temple of the Kegon sect in Nara

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Nara Dreamland

Nara Dreamland (奈良ドリームランド, Nara Dorīmurando) was a theme park near Na

Tarikan pelancong sama

Lihat semua Lihat semua
Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Ninna-ji

Ninna-ji (仁和寺, Ninna-ji) is the head temple of the Omuro school of Sh

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Kiyomizu-dera

Kiyomizu-dera (清水寺), known more fully as Otowa-san Kiyomizu-dera (音羽山清

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Angkor Wat

Angkor Wat dibina oleh Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Kinkaku-ji

, officially named Шаблон:Nihongo, is a Zen Buddhist temple in Kyoto

Tambah ke senarai hajat
Saya berada di sini
Dikunjungi
Ryōan-ji

is a Zen temple located in northwest Kyoto, Japan. It belongs to the

Lihat semua tempat sama